Untuk menjadi pembicara yang baik, cek ini

Spread the love

—Dengarkan Secara Aktif:

Ketika orang yang Anda ajak bicara memberi Anda perhatian penuh, Anda tahu itu. Mereka berkonsentrasi pada Anda, berusaha untuk terlibat daripada hanya mendengar kata-kata Anda.

Mendengarkan orang dengan penuh perhatian membuat Anda lebih menawan.

—Mempertanyakan:

Mendengarkan dengan saksama seseorang yang berbicara secara alami memicu rasa ingin tahu, yang mengarah pada pertanyaan klarifikasi.

Ketika seseorang mendengarkan apa yang Anda katakan, mereka mengajukan pertanyaan karena mereka ingin tahu lebih banyak.

Mempertanyakan juga berarti Anda cukup memperhatikan.

Mereka mengajukan pertanyaan yang membuka percakapan, memungkinkan Anda untuk mengembangkan ide-ide Anda dan membagikan pendapat Anda.

Ketika Anda menjawab pertanyaan mereka, mereka menjaga kontak mata dengan Anda, membuktikan lebih lanjut investasi mereka dalam cerita Anda.

—Pengungkapan diri:

Berbagi sesuatu tentang diri Anda mengundang orang lain untuk terbuka dan menanggapi secara bergantian.

Mengungkapkan detail pribadi adalah pembuka percakapan yang hebat dan juga merupakan cara yang bagus untuk mengembangkan hubungan dengan orang lain.

Ini juga membangun kepercayaan.

Seorang pembicara yang baik mengetahui hal ini dan mereka juga menyadari seberapa banyak yang harus dibagikan dan kapan harus berhenti.

Mereka tahu bagaimana memulai dengan berita menarik yang menarik, seperti buku favorit, acara tv, atau tim olahraga.

—Menjadi nyaman dengan keheningan:

Seorang pembicara yang baik tahu bahwa tidak semua keheningan itu canggung.

Sebuah jeda dalam percakapan tidak berarti itu gagal.

Ini bisa menunjukkan waktu yang tepat untuk berkumpul kembali dan bersiap untuk gelombang diskusi berikutnya.

Bisa juga menjadi momen di mana kedua pembicara mengumpulkan pikiran.

Keheningan di pihak pendengar juga sangat dihargai ketika pembicara sedang berbicara.

Seorang pembicara yang baik mendengarkan lebih banyak, jika tidak lebih, daripada berbicara.

—Bersikap sopan:

Jika ada satu sifat utama yang membuat pembicara yang baik, itu adalah kesopanan.

Menunjukkan sopan santun dan rasa hormat kepada orang lain adalah satu-satunya cara untuk membuat percakapan tetap mengalir.

Ciri-ciri percakapan yang sopan termasuk menahan diri dari menyela pembicara, memberikan perhatian penuh kepada pembicara.

Ini juga termasuk, menghindari berbicara berlebihan tentang diri sendiri dan menahan diri dari melihat telepon mereka.

Pertahankan fokus laser pada speaker.